BISKUIT HERBAL DAUN KELOR


Kamis, 25 Juni 2020

Sukses berwirausaha

Sukses berwirausaha

Berwirausaha


Sukses berawal dari sebuah proses. Untuk menjadi wirausaha yang sukses seseorang harus memiliki nyali besar. Sementara mayoritas besar mengandalkan hidupnya untuk bekerja di perusahaan.Tetapi kondisi itu tidak mutlak untuk disalahkan, karena bekerja pada perusahaan lebih mengantongi penghasilan konsisten dibanding bisnis.
Meskipun seperti itu dunia bisnis tumbuh beranakpinak dan bisa diandalkan hasilnya. Pengusaha yang sukses berpenghasilan puluhan dan bisa ratusan kali lipat dibanding dengan pegawai. Masalah yang terjadi adalah bagaimana berwirausaha yang sukses, bagi seorang pemula yang baru berkecimpung dengan dunia bisnis.

Kenali Bisnis Anda

Jangan memilih dan memulai bisnis dengan melihat penawaran keuntungan yang besar di dalamnya. Misalnya, seseorang yang berbisnis forex merugi ratusan juta namun tidak mengerti forex itu sebenarnya apa. Karena dia hanya menjadi penanam modal pada broker, akibat dari hal tersebut bisa ditebak betapa rugi besar.
Kenali bisnis yang akan anda jalankan, lalu belajarlah dengan kesungguhan……..

Fokus

Umumnya pemula tidak sabar ingin segera sukses. Walhasil ia tergoda untuk bergerak dengan bisnis lain secara bersamaan. Ketika orang lain sukses pada bidangnya padahal dia sedang menjalankan bisnis lain. Sebaiknya fokuslah, karena pikiran yang terpecah menyebabkan anda malah tidak menghasilkan apa pun.
Dengan fokus yang anda miliki, manajemen yang seharusnya berwaktu lima tahun bisa anda tempuh dengan dua tahun saja. Percepatan bisnis bisa terjadi jika anda memang benar fokus ke dalam satu bidang yang sedang anda tekuni.

Berhemat

Ketika anda baru memulai usaha janganlah bersifat sombong dengan memperlakukan diri anda sebagai bos. Tanamkan dalam diri anda bahwa anda masih merintis bisnis, maka berhematlah. Jauhkan pemikiran berlebihan karena anda ingin terlihat keren, memakai kendaraan yang wah, penghasilan besar, baju berdasi, gedung mewah. Jika cara hidup anda saja ketika baru memulai sudah mengeluarkan biaya besar, siap-siap saja anda jatuh bangkrut.

Gagal? Bangkit, Gagal lagi, Bangkit dan Seterusnyalah begitu

Banyak pengusaha muda pernah merasakan dirinya gagal, dengan tawaran produknya yang tidak cepat diterima. Seseorang yang ahli pernah berkata dari 100% penawaran cuma 20% lolos jadi konsumen.
Jika anda mulai menyerah, lihatlah ke belakang. Berapa banyak uang, waktu, dan harapan besar yang pernah anda buat untuk sukses? Yakinlah, setiap pengusaha pernah mengalami yang namanya kegagalan, namun mereka berusaha bangkit dengan kepercayaan suatu waktu akan berhasil. Yang lain bisa, anda pun pasti!
Media pembelajaran

Media pembelajaran

Pengertian, Manfaat, Jenis dan Pemilihan Media Pembelajaran.


A. Pengertian Media Pembelajaran
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar.  Para guru dituntut agar mampu menggunakan alat-alat yang dapat disediakan oleh sekolah, dan tidak tertutup kemungkinan bahwa alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman. Guru sekurang-kurangnya dapat menggunakan alat yang murah dan bersahaja tetapi merupakan keharusan dalam upaya mencapai tujuan pengajaran yang diharapkan.Disamping mampu menggunakan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan alat-alat yang tersedia, guru juga dituntut untuk dapat mengembangkan keterampilan membuat media pengajaran yang akan digunakannya apabila media tersebut belum tersedia.
Media Pembelajaran diartikan segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau ketrampilan pebelajar  sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar.
Sedangkan menurut Briggs (1977) media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Kemudian menurut National Education Associaton(1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras.
Pengertian media pembelajaran adalah segala alat pengajaran yang digunakan untuk untuk membantu menyampaikan materi pelajaran dalam proses belajar mengajar sehingga memudahkan pencapaian tujuan tujuan pembelajaran yang sudah dirumuskan.
Untuk itu guru harus memiliki pengetahuan yang cukup tentang media pengajaran, yang meliputi (Hamalik, 1994 : 6)
•    Media sebagai alat komunikasi guna lebih mengefektifkan proses belajar mengajar;
•    Fungsi media dalam rangka mencapai tujuan pendidikan;
•    Seluk-beluk proses belajar;
•    Hubungan antara metode mengajar dan media pendidikan;
•    Nilai atau manfaat media pendidikan dalam pengajaran;
•    Pemilihan dan penggunaan media pendidikan
•    Berbagai jenis alat dan teknik media pendidikan;
•    Media pendidikan dalam setiap mata pelajaran;
•    Usaha inovasi dalam media pendidikan.[1]
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan pada umumnya dan tujuan pembelajaran di sekolah pada khususnya.
Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’.  Dalam bahasa Arab, media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.[2]
Apabila media itu membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut Media Pembelajaran.[3]
B.   Manfaat Media Dalam Pembelajaran 
Dalam suatu proses belajar mengajar, dua unsur yang sangat penting adalah metode mengajar dan media pengajaran.  Kedua aspek ini saling berkaitan. Pemilihan salah satu metode mengajar tertentu akan mempengaruhi jenis media pengajaran yang sesuai, meskipun masih ada berbagai aspek lain yang harus diperhatikan dalam memilih media, antara lain tujuan pengajaran, jenis tugas dan respon yang diharapkan siswa kuasai setelah pengajaran berlangsung, dan konteks pembelajaran termasuk karakteristik siswa.  Meskipun demikian, dapat dikatakan bahwa salah satu fungsi utama media pengajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.
Hamalik (1986) mengemukakan bahwa pemakaian media pengajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap siswa.  [4]
Secara umum, manfaat media dalam proses pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga pembelajaran akan lebih efektif dan efisien.  Tetapi secara lebh khusus ada beberapa manfaat media yang lebih rinci Kemp dan Dayton (1985) misalnya, mengidentifikasi beberapa manfaat media dalam pembelajaran yaitu :
1.    Penyampaian materi pelajaran dapat diseragamkan
2.    Proses pembelajaran menjadi lebih jelas dan menarik
3.    Proses pembelajaran menjadi lebih interaktif
4.    Efisiensi dalam waktu dan tenaga
5.    Meningkatkan kualitas hasil belajar siswa
6.    Media memungkinkan proses belajar dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja
7.    Media dapat menumbuhkan sikap positif siswa terhadap materi dan proses belajar
8.    Merubah peran guru ke arah yang lebih positif dan produktif. [5]
Selain beberapa manfaat media seperti yang dikemukakan oleh Kemp dan Dayton tersebut, tentu saja kita masih dapat menemukan banyak manfaat-manfaat praktis yang lain.  Manfaat praktis media pembelajaran di dalam proses belajar mengajar sebagai berikut :
1.    Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar
2.    Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya
3.    Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang dan waktu
4.    Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karya wisata.  Kunjungan-kunjungan ke museum atau kebun binatang.[6]
C.   Jenis-Jenis Media Pembelajaran
Media Pembelajaran banyak sekali jenis dan macamnya.  Mulai yang paling kecil sederhana dan murah hingga media yang canggih dan mahal harganya.  Ada media yang dapat dibuat oleh guru sendiri, ada media yang diproduksi pabrik.  Ada media yang sudah tersedia di lingkungan yang langsung dapat kita manfaatkan, ada pula media yang secara khusus sengaja dirancang untuk keperluan pembelajaran
Meskipun media banyak ragamnya, namun kenyataannya tidak banyak jenis media yang biasa digunakan oleh guru di sekolah.  Beberapa media yang paling akrab dan hampir semua sekolah memanfaatkan adalah media cetak (buku).  selain itu banyak juga sekolah yang telah memanfaatkan jenis media lain gambar, model, dan Overhead Projector (OHP) dan obyek-obyek nyata.  Sedangkan media lain seperti kaset audio, video, VCD, slide (film bingkai), program pembelajaran komputer masih jarang digunakan meskipun sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar guru.
Anderson (1976) mengelompokkan media menjadi 10 golongan sbb :
No
Golongan Media
Contoh dalam Pembelajaran
I
Audio
Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
II
Cetak
Buku pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
III
Audio-cetak
Kaset audio yang dilengkapi bahan tertulis
IV
Proyeksi visual diam
Overhead transparansi (OHT), Film bingkai (slide)
V
Proyeksi Audio visual diam
Film bingkai (slide) bersuara
VI
Visual gerak
Film bisu
VII
Audio Visual gerak, film gerak bersuara, video/VCD, televisi
VIII
Obyek fisik
Benda nyata, model, specimen
IX
Manusia dan lingkungan
Guru, Pustakawan, Laboran
X
Komputer
CAI (Pembelajaran berbantuan komputer), CBI (Pembelajaran berbasis komputer).[7]
  . D.   Pemilihan Media Pembelajaran
Beberapa penyebab orang memilih media antara lain adalah :  a.  bermaksud mendemosntrasikannya seperti halnya pada kuliah tentang media;  b.  merasa sudah akrab dengan media tersebut, c. ingin memberi gambaran atau penjelasan yang lebih kongkrit; dan d.  merasa bahwa media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya.  Jadi dasar pertimbangan untuk memilih media sangatlah sederhana, yaitu memenuhi kebutuhan atau mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak.  Mc. Connell (1974) mengatakan bila media itu sesuai pakailah “If The Medium Fits, Use It!” [8]Dari segi teori belajar, berbagai kondisi dan prinsip-prinsip psikologi yang perlu mendapat pertimbangan dalam pemilihan dan penggunaan media adalah sebagai berikut :
1.    Motivasi
2.    Perbedaan individual
3.    Tujuan pembelajaran
4.    Organisasi isi
5.    Persiapan sebelum belajar
6.    Emosi
7.    Partisipasi Umpan balik
8.    Penguatan (reinforcement)
9.    Latihan dan pengulangan
10.    Latihan dan pengulangan
Metode pembelajaran

Metode pembelajaran

20 Macam Macam Metode Pembelajaran Lengkap




Proses belajar memerlukan metode metode khusus yang jelas untuk mencapai tujuan pembelajaran yang efektif dan efisien. Metodologi pembelajaran merupakan cara cara dalam melakukan aktivitas antara pendidik dan peserta didik ketika berinteraksi dalam proses belajar. Pendidik perlu mengetahui dan mempelajari metode pengajaran agar dapat menyampaian materi dan dimengerti dengan baik oleh peserta didik. Metode pengajaran dipraktekkan pada saat mengajar dan dibuat semenarik mungkin agar peserta didik mendapat pengetahuan dengan efektif dan efisien. Berikut ini metode metode pengajaran dalam proses belajar:

1. Metode Konvensional/ metode ceramah

Metode pengajaran dengan cara berceramah atau menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Metode ini merupakan metode yang paling praktis dan ekonomis, tidak membutuhkan banyak alat bantu. Metode ini mampu digunakan untuk mengatasi kelangkaan literatur atau sumber rujukan informasi karena daya beli siswa yang diluar jangkauan. Namun metode ini juga memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan.
A. Kekurangan metode ceramah yaitu:
  • Siswa menjadi pasif.
  • Proses belajar membosankan dan siswa mengantuk.
  • Terdapat unsur paksaan untuk mendengarkan.
  • Siswa dengan gaya belajar visual akan bosan dan tidak dapat menerima informasia tau pengetahuan, pada anak dengan gaya belajar auditori hal ini mungkin cukup menarik.
  • Evaluasi proses belajar sulit dikontrol, karena tidak ada poin pencapaian yang jelas.
  • Proses pengajaran menjadi verbalisme atau berfokus pada pengertian kata- kata saja.
B. Kelebihan dari metode ini juga ada, antara lain:
  • Mendorong siswa untuk menjadi lebih fokus.
  • Guru dapat mengendalikan kelas secara penuh.
  • Guru dapat menyampaikan pelajaran yang luas.
  • Dapat diikuti oleh jumlah anak didik yang banyak.
  • Mudah dilaksanakan.
baca juga:

2. Metode Diskusi

Metode diskusi merupakan metode pengajaran yang erat hubungannya dengan belajar pemecahan masalah. Metode ini juga biasa dilakukan secara berkelompok atau diskusi kelompok.
A. Kelebihan metode diskusi kelompok ini, sebagai berikut:
  • Memberikan pemahaman pada anak didik bahwa setiap permasalahan pasti ada penyelesaiannya.
  • Siswa mampu berfikir kritis.
  • Mendorong siswa untuk dapat menyampaikan pendapatnya.
  • Mengambil satu atau lebih alternatif pemecahan masalah.
  • Mendorong siswa memberikan masukan untuk pemecahan masalah.
  • Siswa menjadi paham tentang toleransi pendapat dan juga mendengarkan orang lain.
B. Kekurangan dari metode diskusi ini yaitu sebagai berikut:
  • Cocok digunakan untuk kelompok kecil.
  • Tema diskusi terbatas.
  • Dikuasai oleh orang orang yang suka berbicara.
  • Dibutuhkan penyampaian secara formal dalam berpendapat.
Baca juga:

3. Metode Demostrasi

Metode demonstrasi digunakan pada pengajaran dengan proses yaitu menggunakan benda atau bahan ajar pada saat pengajaran. Bahan ajar akan memberikan pandangan secara nyata terhadap apa yang akan dipelajari, bisa juga melalui bentuk praktikum. Metode demonstrasi ini memiliki manfaat antara lain siswa jadi lebih tertarik dengan apa yang diajarkan, siswa lebih fokus dan terarah pada materi, pengalaman terhadap pengajaran lebih diingat dengan baik oleh siswa.
A. Kelebihan metode demonstrasi ini, antara lain:
  • Siswa bisa memahami secara lebih jelas tentang suatu proses atau cara kerja.
  • Penjelasan menjadi lebih mudah dimengerti.
  • Meminimalisir kesalahan dalam menyampaikan materi lisan, karena bukti konkret bisa dilihat.
B. Kekurangan dari metode demonstrasi ini, yaitu:
  • Apabila benda yang didemonstrasikan terlalu kecil, siswa kesulitan dalam mengamati.
  • Jumlah siswa yang terlalu banyak dapat menghalangi pandangan siswa secara merata.
  • Tidak semua materi bisa didemonstrasikan.
  • Memerlukan guru yang benar- benar paham, agar bisa mendemonstrasikan dengan baik.
baca juga:

4. Metode Ceramah Plus

Metode ceramah plus yaitu sistem pengajaran dengan menggunakan ceramah lisan dan disertai metode lainnya. Metode mengajar ini menggunakan lebih dari satu metode. Misalnya:
  • Metode ceramah plus tanya jawab: Metode ini secara ideal disertai dengan penyampaian materi dari guru, pemberian peluang pada siswa untuk bertanya apa yang tidak dimengerti, dan pemberian tugas di akhir pengajaran.
  • Metode ceramah plus diskusi dan tugas: Metode ini dilakukan dengan memberikan materi secara lisan kemudian disertai dengan diskusi dan pemberian tugas di akhir sesi.
  • Metode ceramah plus demonstrasikan dan latihan: Metode ini merupakan gabungan dari penyampaian materi dengan memperagakan atau latihan atau percobaan.
Baca juga:

5. Metode Resitasi

Metode resitasi merupakan metode mengajar dengan siswa diharuskan membuat resume tentang materi yang sudah disampaiakan guru, dengan menuliskannya pada kertas dan menggunakan bahasa sendiri.
A. Kelebihan metode resitasi, sebagai berikut:
  • Siswa menjadi lebih ingat dengan materi, karena telah menuliskannya dengan resume.
  • Menurut Sayiful Bahri, 2000 siswa menjadi lebih berasi dalam mengambil inisiatif dan mampu bertanggungjawab.
B. Kekurangan metode resitasi, yaitu:
  • Hasil resume yang dilakukan terkadang hanya mencontek pada teman dan bukan hasil pikirannya sendiri.
  • Tugas bisa jadi dikerjakan oleh orang lain.
  • Susah mengevaluasi apakah siswa benar- benar memahami hasil tulisan resumenya sendiri.
baca juga:

6. Metode Percobaan

Metode percobaan merupakan metode pengajaran dengan menggunakan action berupa praktikum atau percobaan lab. Masing masing siswa dengan ini mampu melihat proses dengan nyata dan belajar secara langsung.
A. Kelebihan dari metode percobaan ini, yaitu:
  • Metode ini membuat siswa merasa bahwa materi yang dipelajari benar adanya dengan dibuktikan melalui percobaan.
  • Siswa dapat mengembangkan diri dengan mengadakan eksplorasi dengan percobaan percobaan.
  • Metode ini akan menghasilkan siswa dengan jiwa peneliti dan suka mencaritahu dan pengembangan keilmuan dan memberikan kesejahteraan pada masyarakat.
B. Kekurangan dari metode percobaan ini, yaitu:
  • Kekurangan alat seringkali menghambat siswa untuk dapat bereksperimen lebih.
  • Eksperimen dilakukan pada jam kelas yang terbatas, sehingga percobaan yang dapat dilakukan terbatas
  • Metode ini cocok untuk beberapa tipe pelajaran saja, seperti biologi, teknologi, dan lainnya.

7. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar dengan memanfaatkan lingkungan, lokasi, atau tempat- tempat yang memiliki sumber pengetahuan bagi siswa. Metode mengajar ini dilakukan dengan pendampingan oleh guru ataupun orang tua jika usianya masih terlalu muda. Pendampingan dilakukan untuk menunjukkan sumber pengetahuan yang perlu dipahami oleh siswa. Metode karya wisata ini bisa dilakukan di tempat tempat sejarah, di alam, atau lainnya.
A. Kelebihan metode karya wisata, antara lain:
  • Metode ini merupakan metode modern yang memanfaatkan interaksi dengan lingkungan nyata.
  • Bahan yang dipelajari ketika sekolah, bisa langsung dilihat secara nyata misalnya bangunan bersejarah.
  • Pengajaran dengan metode ini bisa merangsang siswa untuk lebih kreatif.
  • Metode pengajan ini sangat menyenangkan dan tidak jenuh.
B. Kekurangan metode karya wisata, antara lain:
  • Memerlukan perencanaan yang matang.
  • Memerlukan persiapan yang disetujui oleh banyak pihak.
  • Seringkali metode belajar ini lebih mengutamakan tujuan rekreasi daripada tujuan pembelajarannya.
  • Membutuhkan biaya yang cukup mahal.
  • Memerlukan pengawasan dari pihak guru dan orang tua.
  • Keselamatan dan perlindungan menjadi faktor penting.
baca juga:

8. Metode Latihan Keterampilan

Metode latihan keterampilan ini merupakan metode mengajar dengan melatih keterampilan siswa atau soft skill dengan cara membuat, merancang, atau memanfaatkan sesuatu. Metode ini membutuhkan kreativitas siswa yang tinggi denganmemanfaatkan suatu bahan menjadi barang yang lebih berguna dan bermanfaat.
A. Kelebihan metode latihan ketrampilan ini, yaitu:
  • Metode ini melatih kecakapan motorik dan kognitif anak dengan menggunakan alat alat dan kemampuan mengolah bahan menjadi ide yang lebih kreatif.
  • Melatih kreativitas seni siswa.
  • Melatih fokus, ketelitian, kecepatan dan ketepatan.
B. Kekurangan metode latihan ketrampilan, yaitu:
  • Siswa yang tidak memiliki minat akan kesulitan untuk menyesuaikan diri.
  • Menghambat bakat siswa yang lainnya, sehingga lebih baik disesuaikan dengan bakat masing- masing.
  • Waktu yang terlalu lama dalam melaksanalan latihan bisa menimbulkan kebosanan dan kehilangan minat dari siswa.
baca juga:

9. Metode Pemecahan Masalah (Problem Based Learning)

Metode PBL ini dilakukan dalam kelas kecil, siswa diberikan kasus untuk menstimulasi diskusi kelompok. Kemudian siswa mengutarakan hasil pencarian materi terkait kasus dan didiskusikan dalam kelompok.
A. Kelebihan metode problem based learning adalah:
  • Siswa menjadi lebih aktif dalam mencari materi atau informasi terkait kasus.
  • Siswa aktif dalam menyampaikan pendapat dan berdiskusi.
  • Suasana kelas tidak membosankan dan menyita fokus siswa.
B. Kekurangan metode problem based learning, yaitu:
  • Metode ini lebih tepat dilakukan dalam kelas kecil dengan jumlah siswa yang tidak terlalu banyak.
  • Perlu adanya trigger atau kasus pemicu yang baik agar diskusi dapat terarah sesuai tujuan pembelajaran.
  • Perlu adanya mentor atau pembimbing yang bertugas meluruskan alur diskusi.
  • Diskusi bisa berjalan terlalu panjang lebar pada satu topik bahasan dan memakan waktu apabila semua siswa berpendapat pada satu topik.
  • Pendapat siswa mungkin sama atau mirip yang seharusnya sudah tidak perlu disampaikan lagi.
Baca juga:

10. Metode Perancangan

Metode perancangan merupakan metode mengajar dengan merangsang siswa untuk mampu menciptakan atau membuat suatu proyek ayang akan dipraktekkan atau akan diteliti.
A. Kelebihan metode ini yaitu:
  • Membangun pola pikir kritis dan kreatif siswa sehingga lebih luas dan mampu memecahkan masalah.
  • Metode ini mengasah siswa untuk dapat mengintegrasikan pengetahuan, sikap, dan ketrampilan secara terpadu dan berguna nyata dalam kehidupan sehari hari.
B. Kekurangan metode perancangan ini yaitu:
  • Kurikulum yang ada belum menunjang metode pengajaran ini. Metode ini hanya bisa dipelajari atau diperoleh ketika ada event perlombaan.
  • Dibutuhkan bimbingan dari guru yang khusus dalam melakukan perencanaan dan pelaksanaan
  • Membutuhkan fasilitas dan sumber yang mendukung pelaksanaan.
baca juga:

11. Metode Discovery

Metode discovery merupakan metode pengajaran modern yang dilakukan dengan cara mengembangkan cara belajar siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan pemahaman yang lebih baik. Siswa mencari jawaban atas pertanyaannya sendiri, sehingga dapat diingat lebih baik. Strategi ini dinamakan strategi penemuan. Siswa menjadi lebih aktif mencari, memahami, dan menemukan jawaban atau materi terkait. Siswa juga mampu menganalisa pengetahuan yang diperolehnya kemudian ditransfer kepada masyarakat.
A. Kelebihan metode discovery, yaitu:
  • Mengembangkan kognitif siswa dan memperbanyak penguasaan ketrampilan.
  • Pengetahuan diperoleh dengan caranya sendiri sehingga menjadi lebih mandiri dan berfikir lebih luas
  • Dapat menyesuaikan kemampuan siswa itu sendiri.
  • Mengarahkan siswa untuk dapat bergerak maju dan meningkatkan motivasi diri dalam belajar.
  • Meningkatkan rasa percaya diri melalui penemuan penemuannya.
  • Meningkatkan interaksi antara siswa dengan guru.
B. Kekurangan metode discovery, antara lain:
  • Diperlukan persiapan mental dalam proses belajar ini.
  • Metode ini baik untuk kelas kecil.
  • Mengejarkan tentang penemuan lebih mementingkan tentang pengertian daripada memperhatikan yang diperolehnya dari ketrampilan dan sikap.
  • Ide- ide mungkin sulit ditemukan.
  • Tidak semua penemuan menjelaskan pemecahan terhadap masalah.
baca juga:

12. Metode Inquiry

Metode inquiry merupakan metode yang mampu membangun siswa untuk menyadari apa yang dia dapatkan selama belajar. Guru tetap memiliki peranan penting dalam metode ini yaitu dengan membuat design pengalaman belajar. Inquiry memiliki arti  memahami apa yang telah dilalui. Metode ini melibatkan intelektual dan menuntut siswa memahami apa yang mereka pelajari sebagai sesuatu yang berharga.
Atrategi pelaksanaan metode inquiry ini yaitu: guru memberikan penjelasan materi yang diajarkan, kemudian memberikan tugas pada siswa untuk menjawab pertanyaan yang diajukan guru sebagai evaluasi pemahaman siswa. Guru membantu memberikan jawaban yang mungkin sulit dan membingungkan bagi siswa. Resitasi dilakukan pada akhir untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang apa yang sudah dipelajari. Kemudian siswa merangkum apa saja yang sudah dipelajari sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggunjawabkan.
baca juga:

13. Mind Mapping

Mind mapping adalah metode belajar dengan menerapkan cara berfikir runtun terhadap suatu permasalahan bagaimana bisa terjadi sampai pada penyelesaiannya. Pengajaran melalui mind mapping disajikan dalam bentuk skema yang memiliki hubungan sebab akibat dan saling berpengaruh. Metode belajar dengan mind mapping ini mampu meningkatkan analisis dan berfikir kritis siswa sehingga memahami sesuatu secara keseluruhan dari awal sampai akhir.
A. Kelebihan mind mapping, antara lain:
  • Cara ini lebih efektif dan efisien.
  • Ide ide baru bisa muncul dengan menggambar diagram diagram.
  • Digram yang terbentuk bisa menjadi alur berfikir yang efektif dan bermanfaat untuk hal lain.
B. Kekurangan dari model mind mapping, adalah:
  • Hanya siswa yang aktif yang mampu terlibat.
  • Memerlukan dasar dengan banyak membaca sebelum membuat mapping.
  • Beberapa detail informasi tidak masuk dalam mapping.
  • Orang lain mungkin tidak dapat memahami mind mapping yang dibuat oleh orang lain karena hanya berupa poin inti saja yang dituliskan.
  • Beberapa orang kesulitan merangkai panah atau alur mind mapping dengan rapi, dan seringkali mind mapping terkesan berantakan dan tidak dapat dipahami.
baca juga:

14. Role Playing/ Berbagi peran

Metode pembelajaran dengan role playing yaitu dengan metode drama atau peran. Metode ini dengan melibatkan siswa dalam berakting sebagai suatu karakter dalam suatu situasi tertentu dan menunjukkan respon yang seharusnya dilakukan. Pembelajaran melalui role playing ini melatih interaksi dan mengekspresikan diri secara nyata sebagai contoh atas kejadian yang sebenarnya. Hal ini juga bisa digunakan untuk latihan komunikasi yang baik, atau interaksi dengan orang lain atau klien.
A. Kelebihan metode role playing:
  • Siswa mampu mempraktikkan secara langsung.
  • Melatih rasa percaya diri di depan kelas.
  • Lebih memahami materi.
B. Kekurangan dari metode role playing ini adalah:
  • Tidak semua siswa menyukai metode pembelajaran ini.
  • Metode ini akan sulit diikuti untuk tipe siswa yang introvert.
baca juga:

15. Cooperative Script

Skrip kooperatif merupakan metode belajar dengan memasangkan siswa dan secara lisan menuntut siswa untuk mengutarakan intisari dari bagian materi yang disampaikan. Pertama, guru membagi siswa untuk berpasangan, guru membagikan materi pada siswa dan membuat ringkasan, guru menentukan siapa yang akan menjadi pembicara dan pendengar. Pembicara membacarakan ringkasannya sebaik mungkin dengan mengutarakan ide ide pokok materi, kemudian bertukar peran antara pembicara dan pendengar.  Guru pada akhir sesi memberikan kesimpulan.
A. Kelebihan metode ini yaitu:
  • Melatih kemampuan berbicara siswa dan juga kemampuan untuk mendengarkan.
  • Partisipasi siswa menjadi aktif secara menyeluruh.
  • Meningkatkan keberanian dan rasa percaya diri.
B. Kekurangan metode ini, yaitu:
  • Hanya bisa digunakan untuk mata pelajaran tertentu.
  • Hanya dapat dilakukan menjadi dua grup dan berpasangan dua orang.
baca juga:

16. Debat

Debat merupakan metode pembelajaran dengan mengadu argumentadi antara dua pihak atau lebih baik perorangan maupun kelompok. Argumentasi yang dilakukan membahas tentang penyelesaian suatu permasalahan dan memberi keputusan terhadap masalah. Debat pada umumnya dilakukan secara formal dengan bahasa bahasa formal dan cara cara tertentu yang sopan. Terdapat aturan aturan dalam debat informasikan yang disajikan harus memuat data yang relevan dan berisi.
A. Kelebihan metode pembelajaran ini, yaitu:
  • Melatih kemampuan berpendapat dan mempertahankan pendapat siswa.
  • Melatih kerja kelompok.
  • Menuntut siswa untuk mencari informasi yang kuat untuk argumentasinya.
  • Melatih rasa percaya diri dalam berpendapat.
B. Kekurangan dalam metode pembelajaran ini, adalah:
  • Seringkali justru berebut dalam memberikan pendapat,
  • Pendapat tidak memiliki intisari yang informatif dan hanya berisi sanggahan,
  • Adu argumen tidak menemukan titik penyelesaian,
  • Siswa yang tidak pandai berargumen akan cenderung pasif dan hanya orang orang tertentu saja yang aktif berbicara.
  • 17. Metode Mengajar Beregu (Team Teaching Method)
    Metode mengajar ini dilakukan oleh lebih dari satu pengajar, materi diberikan dengan jadwal yang berbeda oleh beberapa pengajar. Soal ujian dibuat oleh beberapa pengajar dan disatukan. Pengajar membuat soal dengan menggunakan poin poin capaian yang sudah dibuat sehingga jelas.
    baca juga:
    18. Metode Mengajar Sesama Teman (Peer Teaching Method)
    Metode mengajar ini dilakukan dengan cara berdiskusi, atau juga dengan presentasihasil diskusi. Kelompok menyampaikan materi hasil diskusi dan memberi kesempatan pada teman- temannya untuk bertanya. Kelompok menjawab setiap pertanyaan.
    19. Metode Bagian (Teileren method)
    Metode pengajaran ini dilakukan denganmemberikan materi sebagian sebagian, misalnya belajar ayat. Pengajaran dimulai dari ayat per ayat yang kemudian disambung lagi dengan ayat lain.
    20. Metode Global
    Metode global ini mengajarkan pada siswa keseluruhan materi, kemudian siswa membuat resume tentang materi tersebut yang mereka serap dan diambil intisarinya.